Minggu, 08 November 2009
Puisi
Pantun
seorang anak bernyanyi ria
sambil bernyanyi menari pula
siapa yang tidak bakal tertawa
disangka waras ternyata gila
Puisi
Penantian Tiada Arti
matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi
ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku
ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi
menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki
telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku
ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu
seorang anak bernyanyi ria
sambil bernyanyi menari pula
siapa yang tidak bakal tertawa
disangka waras ternyata gila
Puisi
Penantian Tiada Arti
matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi
ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku
ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi
menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki
telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku
ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu
Sayangku
saat ku tengah bertanya, mampukah kau tuk menjawabnya. saatku lg berkata, sanggupkah kau mendengarnya. saat ku ada keputusan, mampukah kau tuk menerimanya. ini tak sperti tsunami aceh, yg kan menghanyutkan bejuta mimpimu. ini tak seperti gempa sumbar, yg kan merubuhkan kuatnya niatmu. sayangku... ... ... kiniku harus pergi, pergi ku bkn tuk meninggal mati. tapi, pergiku tak pernah kembali. sayangku... ... ... andai nanti kau menemukanku, temukanlah sbg sahabat sejatimu. bukan untuk cunta yg kau perjuangkan...... sayangku... ... ... seperti tiang bangunan itu, ku ingin itu yg kau miliki. berdiri kokoh di ujung sana,
meski panas mentari kian membakar,
meski hujan trus membasahi.
Langganan:
Postingan (Atom)
